Sunday, February 24, 2013

Weekend Getaway Sawarna


Weekend Getaway Sawarna
Awal Februari lalu, tepatnya tanggal 8 Februari, saya dan Treidy berangkat ke Sawarna. Pada waktu itu, kami berkeinginan untuk berlibur sejenak menghabiskan akhir pekan di luar Jakarta. Kami memikirkan tempat yang kiranya tidak terlalu jauh dari Jakarta, namun dapat memuaskan hasrat kami untuk berlibur selama akhir pekan. Akhirnya, Treidy memutuskan untuk pergi ke Pantai Sawarna. Saya setuju saja, karena saya belum pernah kesana dan sepertinya pantai di Sawarna patut dikunjungi.
Pantai Sawarna ini terletak di Propinsi Banten, tepatnya di Desa Sawarna, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten. Total jarak dari kota Jakarta sekitar 230 kilometer dengan waktu tempuh selama 6 hingga 7 jam perjalanan melalui perjalanan darat.
Pantai Sawarna
Ada beberapa rute alternatif untuk menuju Desa Sawarna, diantaranya adalah Jalur Jakarta-Serang, Jakarta-Rangkas atau Jakarta-Pelabuhan Ratu (Via Bogor dan Sukabumi). Kami memutuskan untuk pergi melalui jalur Jakarta-Rangkas, karena kami tidak menggunakan jasa travel agent melainkan merencanakan sendiri, boleh dibilang sih backpacking :)) 
Treidy dan Kereta Rangkas Jaya
Saya dan Treidy bertemu di St. Tanah Abang, karena kami akan menggunakan kereta Rangkas Jaya menuju Rangkas Bitung. Kereta ini berangkat lumayan pagi, pukul 07.50 pagi. Ada pilihan lain, yaitu kereta Kalimaya Ekspress yang berangkat pukul 09.30 pagi. Nanti kalian bisa memilih, kereta mana yang terbaik buat perjalanan kalian. Nah, pada waktu keberangkatan kami yakni tanggal 8 Februari 2013, kami benar-benar di kejar waktu. Karena rumah saya di daerah Barat, dan rumah Treidy di Timur sehingga membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk dapat sampai di St. Tanah Abang. Beruntung pada hari itu ada demo di St. Serpong, sehingga perjalanan ditunda menjadi pukul 08.30 pagi. Kereta Rangkas Jaya ini memerlukan waktu sekitar 1 jam 10 menit untuk tiba di Rangkas Bitung, karena kereta ini hanya berhenti di St. Serpong, St. Tigaraksa dan St. Rangkas Bitung.
Suasana di dalam ELF Mandala-Cikotok
Setibanya di St. Rangkas Bitung, kami keluar dari stasiun dan mencari angkot yang akan membawa kami ke terminal Mandala. Angkot ini berwarna merah, dengan kode jurusan Kota-Mandala. Pilihlah angkot yang penuh, karena yang penuh yang langsung jalan :)) Hanya memerlukan waktu sekitar 10-15 menit ke terminal Mandala. Perjalanan tidak berhenti sampai disitu, kami meneruskan perjalanan selama 4 jam dengan menumpang ELF jurusan Mandala-Cikotok untuk menuju Kecamatan Bayah. Perjalanan 4 jam ini akan sangat terasa, karena tidak ada halangan selama perjalanan kecuali jalanan rusak di sepanjang jalan Cileles-Malingping-Lebak. Nah, jangan ragu untuk bertanya jika merasa bingung di perjalanan. Kami waktu itu sempat bingung karena perjalanan 4 jam yang benar-benar terasa sekali, kami menanyakan kepada supir ELF dimana kami harus turun untuk menuju Desa Sawarna. Setelah kurang lebih 4 jam, ELF akan sampai di pertigaan Kecamatan Bayah. Disitu mirip seperti terminal kecil, ada beberapa warung-warung makanan dan tukang ojek.
Istirahat Sejenak di Warung Bakso Terminal Bayah
Nah, tukang ojek inilah yang nantinya akan membawa kami ke perjalanan selanjutnya. Yaitu ke Desa Sawarna. Dan saat itu, sudah menunjukkan pukul 14.30. Saya dan Treidy menyempatkan untuk makan bakso di depan terminal, because Treidy was craving for Coke pake es batu :))
Dan selama 30 menit menumpang ojek, kami disuguhkan perjalanan yang belum pernah kami temui sebelumnya saat menumpang ojek di Jakarta. Saya dan Treidy memasuki semacam hutan rimba yang saya yakin masih ada singa atau macannya hihihi selain itu di sebelah kanan akan dijumpai bentangan pantai Samudera Hindia. Well.. Finally, the scents of the beach. 
Hutan di Sepanjang Jalan Menuju Desa Sawarna
Pantai di Sepanjang Jalan Menuju Desa Sawarna
Setibanya di Desa Sawarna, Saya dan Treidy diantarkan langsung oleh ojek kami tepat di depan penginapan kami yakni Java Beach Sawarna. Memiliki lokasi yang sangat strategis karena dekat dengan sawah dan juga dekat dengan kawasan pantai. Selain itu, pelayanan Java Beach Sawarna yang membetahkan. Bapak dan Ibu penjaga penginapan yang ramah, sangat membantu kami selama di penginapan.
Cottage Java Beach Sawarna
Jika dideskripsikan, Desa Sawarna merupakan desa wisata yang kini telah dibantu pemerintah untuk pengelolaannya. Desa Sawarna memiliki pemandangan alam yang sangat indah. Dan Pantai Sawarna ini dikelilingi oleh persawahan dan perbukitan dengan pepohonan hijau yang lebat. Dan menurut blog lain yang sempat saya baca, Desa Sawarna memiliki beberapa objek yang dapat dikunjungi. Namun, pada kesempatan saya dan Treidy,  kami hanya mengunjungi 3 diantaranya yaitu Pantai Pasir Putih Ciantir, Pantai Tanjung Layar, dan Bukit Legon Pari.
Pantai Pasir Putih Ciantir




Pantai Tanjung Layar
Ombak di Pantai Tanjung Layar
Sesuai dengan namanya, seharusnya Pantai Pasir Putih Ciantir memiliki pantai dengan pasir putih yang bersih, namun ketika saya dan Treidy pergi ke Pantai Pasir Putih Ciantir, pasirnya berwarna kecokelatan. Mungkin karena malam sebelumnya habis hujan. Pantai Pasir Putih Ciantir ini memiliki garis pantai yang sangat luas, dengan deburan ombak yang sangat besar sehingga banyak para surfer yang berselancar di Pantai Sawarna ini ketika pagi tiba. Berbeda dengan Pantai Pasir Putih Ciantir, Pantai Tanjung Layar ini hanya Pantai dengan 2 buah batu kembar yang sangat besar. Dilindungi dari karang-karang supaya batu ini tidak habis terkikis oleh air. Tidak banyak aktivitas yang dapat dilakukan di Pantai Tanjung Layar ini, hanya memandangi batu kembar dan deburan ombak yang besar sambil berfoto-foto. Saya sempat mengambil foto-foto ombak yang besar.




Bukit Legon Pari
Hari pertama kami berencana untuk melihat sunset di pantai terdekat, yakni Pantai Pasir Putih Ciantir. Namun, kami ketiduran karena ketika sampai kami memutuskan untuk tidur siang yang kesorean karena kelelahan. Tidak disangka, ketika waktu hampir pukul 18.00, matahari senja menghampiri pintu kamar kami yang terletak di lantai 2 penginapan Java Beach Sawarna :))

Matahari di Depan Pintu

Senja di Balik Pantai Pasir Putih Ciantir
Villa Angsana dan Persawahan
Tidak usah khawatir soal makan, karena biaya penginapan sudah termasuk dengan makan 3 kali sehari. Tapi kalau kalian pergi dengan budget minim, tentunya ongkos dapat dipangkas dengan hanya menyewa penginapannya saja. Tapi, saya sangat tidak menyarankan karena sedikitnya tempat makan seperti warung-warung makan di Desa Sawarna. Menu yang ditawarkan oleh penginapan pun cukup enak, seperti menu makan pagi berupa nasi goreng, makan siang seperti nasi+sayur asem dan ikan goreng, dan makan malam berupa nasi + sayur tumis dan ayam goreng. Di penginapan juga terdapat dapur bersama yang dapat digunakan oleh seluruh tamu di penginapan. 
Dan untuk ketersediaan kamar, saya rasa masih memungkinkan untuk booking langsung saat di Sawarna jika perginya saat tidak musim ramai. Kalau musim ramai, ya saya nggak tahu :)) Saya sarankan sih booking in advance ya.
Hari berikutnya kami berencana untuk pergi ke Sunrise Spot di Bukit Legon Pari yang berjarak sekitar 2km dari penginapan kami. Namun sayangnya, kami melewatkannya karena bangun kesiangan. Pada waktu kami berangkat kesana, setelah bertanya kepada bapak penjaga Java Beach Sawarna, untuk melihat sunrise atau matahari terbit setidaknya kita berangkat pukul 05.00 pagi. Dan agenda hari ini tidak terputus sampai disitu, setelah sarapan kami berkeliling Pantai Sawarna. Memang tidak banyak yang kami kunjungi pada saat itu, kami ke Pantai Pasir Putih Ciantir, dan Pantai Tanjung Layar yang menjadi highlight of the trip kami pada waktu itu. Beruntung saat itu Pantai Tanjung Layar sedang surut, sehingga kami dapat pergi ke dekat Batu Tanjung Layar dengan mudah dan mengambil beberapa foto ombak yang saat itu menarik untuk diambil gambarnya. Sambil menikmati deburan ombak di balik karang Pantai Tanjung Layar, kami menikmati buah kelapa di warung-warung sekitar pantai.
Pantai Tanjung Layar

Batu Kembar Pantai Tanjung Layar
Rasanya kurang lengkap jika ke pantai tapi tidak melihat sunset, setelah kembali ke penginapan untuk makan siang dan beristirahat, kami bersiap untuk melihat sunset di Pantai Pasir Putih Ciantir. Pada waktu itu, kami berangkat setelah matahari lewat depan pintu penginapan dan kami bergegas ke Pantai Putih Ciantir. Dan menemukan keceriaan di pantai yang tidak kalah menarik dengan keceriaan orang-orang menyambut sunset di pantai Senggigi :))

Keceriaan Pantai Saat Sunset
Hari ketiga, yaitu hari terakhir kami di Desa Sawarna. Saya dan Treidy sekali lagi berencana untuk pergi ke sunrise point untuk melihat matahari terbit. Namun apa daya, kami lagi-lagi bangun kesiangan dan dikejar waktu untuk segera pulang. Akhirnya, kami hanya pergi ke Bukit Legon Pari jam 08.30 pagi. 
Bukit Legon Pari

Kami berencana untuk pulang menggunakan kereta Kalimaya Ekspress terakhir dari Rangkas Bitung pukul 14.20. Itu berarti, paling lambat sekali kami sudah harus meninggalkan penginapan pukul 09.30 pagi. Dan sekembalinya kami dari Bukit Legon Pari dan membereskan barang-barang, saat itu sudah pukul 10.00 pagi. Benar saja, kami tiba di St. Rangkas Bitung pukul 14.30 dan kereta Kalimaya Ekspress telah pergi meninggalkan kami. Tersisa kereta-kereta ekonomi yang penuh sesak dan memakan waktu hampir 2 jam 30 menit untuk sampai St. Tanah Abang karena kereta tersebut berhenti di setiap stasiun. FYI, kereta Kalimaya Ekspress dijadwalkan tiba di St. Tanah Abang pukul 15.55. Sebelum tiba di St. Rangkas Bitung, kami melihat ada bis jurusan Bekasi yang akan melewati tol Kebon Jeruk. Dan kami memutuskan untuk kembali ke terminal Mandala untuk naik bis dan mengambil Jakarta-Serang. Bis tersedia setiap jam sekali, bis kami yaitu Sinar Jaya jurusan Rangkas Bitung-Bekasi. Berangkat pukul 15.30 dan tiba di tol Kebon Jeruk pukul 19.30 karena tersendat di beberapa tempat menuju tol Balaraja.

Well.. travel is about the journey, not the destination :)
Breakdown biaya:
Kereta Rangkas Jaya: Rp. 4.000
Kereta Kalimaya Ekspress: Rp. 20.000 (Promo sampai 31 Maret 2013) Normal: Rp. 30.000
Angkot Kota-Mandala: Rp. 3.000
ELF Mandala-Bayah: Rp. 30.000
Ojek Bayah-Sawarna: Rp. 25.000
Bis Sinar Jaya Rangkas Bitung-Kebon Jeruk: Rp. 15.000
Penginapan Java Beach Sawarna: Rp. 150.000/orang/malam (Makan 3 x) Rp. 100.000/orang/malam (Hanya kamar) Cp: Ibu Farha (087875293598)
Cottage Java Beach Sawarna

Penginapan Villa Angsana: Rp. 150.000/orang/malam (Makan 3 x) Rp. 100.000/orang/malam (Hanya kamar) Cp: Ibu Niken (081906368816)
Villa Angsana di Tengah Sawah
Penginapan Villa Batara: Rp. 120.000/orang/malam (Makan 3 x) Rp. 60.000/orang/malam (Hanya kamar)
Villa Batara
Penginapan Saung Chlara: Rp. 150.000/orang/malam (Makan 3 x) Rp. 100.000/orang/malam (Hanya kamar) Cp: Ibu Nenda ‎(087772095744)
Saung Chlara Sebelah Kanan, Villa Angsana Sebelah Kiri
 
Perjalanan menggunakan mobil pribadi:
  1. Masuk Tol Jakarta - Merak dan keluar di Serang Timur
  2. Dari Pintu Tol Serang Timur menuju ke arah terminal Pakupatan.
  3. Dari terminal lurus sampai ketemu lampu merah pertama dekat dengan Pom Bensin Pertamina belok kiri menuju Palima, atau perlimaan Serang Banten dari Palima itu ambil yang ke arah Baros dan Pandeglang.
  4. Dari Baros mendekati masuk kota Pandeglang nanti akan ada  dua pilihan, melalui alun-alun Pandeglang atau ke pinggir. Dari Pandeglang kota atau pinggir pandeglang bisa menuju Saketi. Jalan dari Pandeglang menuju Saketi ini dibeberapa titik ada betonisasi jalan.
  5. Jika sudah sampai di Saketi, nanti ambil arah yang ke Malingping. Jalan Saketi-Malingping ini jalannya rusak dan jika perjalanan malam hari harus hati-hati karena minim penerangan jalan, jadi bersiaplah untuk menikmati perjalanannya.
  6. Setelah sampai di Malingping, kita bisa menuju ke Bayah. Jalan sepanjang jalan Malingping-Bayah ini terdapat banyak pantai-pantai yang menarik diataranya Pantai Bagedur, Pantai Cihara, Pantai Cibobos dan lainnya
  7. Di Pertigaan Bayah-Sawarna, belok ke kanan. Ikutin jalan saja, nanti setelah 30 menit sampai deh di Sawarna.
  8. Kalau mau pulang jangan malem-malem ya, katanya Jalur Serang ini kalau malam menyeramkan
  9. Selalu jaga keselamatan dan keamanan diri saat bepergian
  10. Dan selamat berlibur :)


Thursday, November 29, 2012

One Fifteenth Coffee Jakarta


1/15 Coffee
Kedai kopi yang baru saja dibuka pertengahan tahun 2012 ini, sudah berhasil mencuri perhatian para penikmat kopi. Pasalnya kopi yang disajikan begitu nikmat, ditambah lagi suasana kedai kopinya yang sangat nyaman. Membuat kita betah berlama-lama untuk singgah sambil menyeruput kopi favorit. One Fifteenth Coffee, atau 1/15 Coffee begitu orang mengenalnya. Nama 1/15 sendiri ternyata merupakan metode paling sederhana dalam membuat kopi. 1/15 merupakan rasio kopi terhadap air yang menghasilkan rasa minuman kopi yang paling sempurna.
Interior One Fifteenth
Ketika membuka pintu, suasana nyaman kemudian menyeruak lewat interior kedai yang terletak di Jalan Gandaria I No.63 Jakarta Selatan ini. Sapaan ramah barista menyambut kedatangan kita dan mengajak kita untuk memilih kopi yang terbaik sesuai dengan selera kita. Kita kemudian diajak untuk mengetahuai jenis-jenis biji kopi dengan kualitas terbaik dari seluruh dunia. Yang paling menarik adalah mereka memiliki slow bar, dimana kita bisa bercengkerama dengan barista membahas soal kopi sambil menikmati secangkir kopi pilihan kita. Suara deru mesin espresso merek Lamarzocco Strada atau mesin-mesin kopi manual lainnya seperti Chemex, V60, Syphon dan Kalita Wave turut menemani perbincangan kita dengan barista 1/15Coffee.
 
Tidak perlu khawatir soal pilihan kopi, One Fifteenth Coffee memiliki pilihan kopi dari biji-biji kopi terbaik. Karena bagi mereka, yang terpenting dari sebuah kopi adalah kualitas biji kopinya. Baik lokal ataupun internasional, yang harus diperhatikan adalah biji kopi tersebut harus biji kopi yang terbaik.
via: @foodventurer on Instagram

Dan setelah ditanya soal makanan apa yang ada di One Fifteenth Coffee, ternyata mereka juga menyediakan pastries, cupcakes dan makanan lainnya yang dibuat sendiri oleh mereka. Rasanya? Sudah pasti nikmat banget buat nemenin kopi pilihan kalian yang jenisnya banyak banget.

Bangunan minimalis dua lantai dengan dekorasi kayu yang apik di dalamnya ini juga mempunyai ruangan untuk acara seni dan desain. Ruangan yang terletak di lantai dua ini mampu mengakomodir acara mulai dari pameran, screening film, coffee cupping, press conference, talk show¸ dan lain-lain. Dan kita berhasil mengajak One Fifteenth Coffee untuk bekerja sama dalam acara sosial Rotaract Semanggi yaitu Brewing for Charity II, di awal Desember ini. 

Nah, buat yang penasaran dengan kedai kopi yang beda dari yang lain ini kalian bisa datang ke Jalan Gandaria I No.63 Jakarta Selatan. Kedai Kopi ini buka mulai dari jam 8 Pagi sampai jam 10 Malam. Dengan range harga dari 20.000 rupiah, kopi yang mereka sajikan sangat worth to try. Untuk berinteraksi dengan mereka langsung, bisa lihat di www.1-15coffee.com atau di akun twitter @115Coffee.

Photo source: http://1-15coffee.tumblr.com/

Friday, November 23, 2012

Brewing For Charity

Hola! Akhirnya setelah sekian lama nggak nulis blog, akhirnya ada bahan juga buat diceritakan di blog ini. Sebenarnya sih selalu timbul keinginan buat nulis di blog, cerita apa aja yang nampaknya seru buat diceritakan. Namun rasanya keinginan itu selalu terhalang rasa malas yang luar biasa. Sampai akhirnya gue punya sesuatu yang buat di ceritakan, dan maksudnya sekalian promosi sih hihihi.

Jadi ceritanya, Rotaract Semanggi punya acara yang sempat dilakukan pada awal tahun 2012, yaitu Brewing for Charity, A Tasty Way to Spread The Love. Nah, acaranya itu coffee cupping session sambil charity untuk project sosialnya Rotaract Semanggi.

Berangkat dari keinginan salah satu rotaractor dari Rotaract Semanggi yang suka sekali dengan kopi, dan dia berkeinginan sekali untuk menelaah lebih banyak tentang kopi maka jadilah dia buat coffee cupping session, dan tetap dengan ciri khasnya Rotaract Semanggi adalah aktivitas-aktivitas sosialnya. Maka dari itu, rotaractor Pyutri mengadakan coffee cupping session dengan kegiatan amal untuk membantu project sosial Rotaract Semanggi.

Secangkir kopi
Well.. Gue suka banget sama kopi, mungkin bukan cuma gue doang ya yang suka mungkin lo yang lagi baca cerita ini juga addict banget sama kopi. Cuma kadang, kalian pernah tau nggak sih kopi apa yang kalian minum. Entah jenisnyakah, aromanya, tingkat keasamannya, atau bahkan aftertaste dari kopi yang kalian minum. Melihat fenomena saat ini, dengan menjamurnya kedai-kedai kopi di Jakarta, menjadi sebuah gaya hidup baru di Jakarta. Cuma ya itu, kadang ngopi dijadikan ajang untuk sekedar hang-out aja duduk-duduk santai. Kalimat gue mungkin terkesan memojokkan, cuma ya itu sayang banget kalo ngopi itu cuma sekedar ngopi aja :). 
Bakal lebih asik lagi, kalo kita tau kopi apa yang kita minum. Bisa jadi topik obrolan juga kan. A coffee talk lah istilahnya cmiiw.

Nah, ada nih coffee cupping yaitu kegiatan mengenali rasa dan aroma serta unsur lain pada saat kopi diseduh untuk membedakan satu jenis kopi dengan jenis lainnya. Mulai dari Fragrance, Aroma, Acidity, Flavour, Body sampai dengan Aftertaste. Kegiatan ini pada awalnya dibuat untuk barista (bartender/pembuat untuk kopi), untuk mempertajam indera penciuman dan perasa mereka. Selain mengenali jenis kopi, dengan cupping kita dapat  mengenal jenis jenis kopi mana yang bagus dan mana yang kurang berkualitas. Seiring dengan menjamurnya kedai-kedai kopi dimana-mana dan meningkatnya fanatisme pecinta kopi, cupping mulai dibuka untuk umum dan tidak perlu repot menjadi bartender untuk mengenali kopi apa yang kita sukai.

Kali ini Rotaract Semanggi mengadakan event lagi yang kedua kalinya bagi pecinta kopi atau yang ingin menikmati kopi secara lebih lagi. Melalui event yang unik ini rekan-rekan bisa mengetahui seluk beluk soal kopi sambil berbagi kasih terhadap sesama, karena hasil dari event ini akan disalurkan bagi sekitar kita yang membutuhkan. 

Flyer Brewing for Charity II
Pada kesempatan ini, Rotaract Semanggi bekerja sama dengan One Fifteenth Coffee. Mungkin One Fifteenth masih terdengar baru di telinga kita, jelas saja kedai kopi ini baru memulai aktivitasnya menyajikan kopi pada bulan Juni 2012. Walau masih terbilang baru, namun kedai kopi ini sudah berhasil mencuri perhatian banyak pengunjung karena rasa kopinya yang enak dan tempatnya yang sangat nyaman. Nama 1/15 sendiri merupakan metode paling sederhana dalam membuat kopi di mana 1:15 adalah rasio kopi terhadap air yang menghasilkan rasa minuman kopi paling ideal.

Coffee Cupping
Partner Coffee Cupping Rotaract Semanggi, yakni One Fifteenth Coffee. akan menyuguhkan 4 jenis kopi. Terdiri dari 2 kopi lokal dan 2 kopi internasional. Ssst.. Kopi internasional ini masuk ke dalam daftar Cup of Excellence -- Award Winning Gourmet Coffee (http://cupofexcellence.org). CoE atau Cup of Excellence adalah penghargaan yang tinggi di industri kopi dunia. Yang tentunya sudah melewati proses penilaian oleh para cuppers internasional yang tidak lain adalah master kopi dunia.

Untuk biayanya sebesar Rp. 200.000,-, akan mendapat cupping session 4 jenis kopi. Terdiri dari 2 kopi lokal dan 2 kopi internasional dari CoE (www.cupofexcellences.org), dan tentunya makan siang.

Untuk informasi lebih lanjut soal reservasi dan pendaftaran bisa hubungi Dimsky di nomer 0811168013.
Nah, yuk mulai ajak teman-teman, kerabat, kolega, gebetan, kekasih, mantan, atau siapapun yang memiliki hubungan dengan kalian untuk berpartisipasi dalam acara ini. Untuk berpetualang di dunia kopi, sambil menyebarkan kebahagiaan Brewing for Charity II, A Coffenture to Share The Joy.
 
Bakalan seru banget acaranya, makanya yuk kali ini jangan sekedar hang-out aja tapi sekali-sekali menebarkan kebahagiaan di dalam aktivitas kita yang membahagiakan.
 
Salam Kopi,
 


Saturday, August 11, 2012

Its Been A Year

Wow! Sudah lama banget nggak buka blog ini. Dashboard berdebu, sampai ada beberapa jejaring laba-laba yang sigap menangkap cerita-cerita selanjutnya untuk di ceritakan. Terakhir itu, lebih dari setahun yang lalu, when I posted my write in this blog. Setahun yang lalu itu, mungkin masih dengan kehidupan yang jauh dari ambang batas kedewasaan. Guess what, I'm 20 years old now. Uh! Finally, I've been waiting this for so long.. to be a 20 years old (Duh, gak tau boy apa man!.red).

Maybe will takes million pages of blog to tell what I've done in the last one year. Menurut ngana?!? Gue sempat teringat sih dengan blog ini, ketika gue lagi berada dalam fase yang "I need to tell.. I need to write", tapi apa daya dong, gue sibuk banget sih anaknya. Jadi, terpaksa ya di urungkan saja niatnya. Bengong-bengong sendirian di kamar, tiba-tiba udah ganti hari aja.. Lupa belajar, lupa ngeberesin buku dan tiba-tiba udah ujian akhir semester aja. Tipikal dealiner banget sih anaknya.

Terus kenapa akhirnya buka blog ini.. Ya gue mau aja gitu kesibukan gue yang hanya sekadar leyeh-leyeh di kamar, bisa di manfaatkan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Pengen gitu sih pakai blog ini untuk sesuatu yang bermanfaat, macam posting-posting cara nge-hack Internet Download Manager, install and manual user CAD/CAM/CAE, atau yang paling bermanfaat untuk semua jurusan di kampus adalah cara penggunaan software SPSS yang sekarang udah version ke 16. Tapi ya menurut ngana aja, apa iya gue ada tampang untuk geeky.

Yaudah lah, simpen aja niatan itu untuk masa depan. Siapa tau kan ya, masa depan nanti lebih bersahabat dengan jadwal dan agenda yang tidak begitu mengikat seperti semua angan serta imaji gue yang gue biarkan terpenjara dalam sebuah kotak besi dengan rantai-rantai besar dengan kunci  dari kombinasi angka dan huruf yang tersusun atas deret rasa dan perasaan ini.

Nah, terus kan gue suka bingung ya kalo misalnya Julian ngajak cari tempat makan yang baru gitu. I know a lot sih, cuma karena udah saking banyaknya tempat makan gitu jadi kadang bingung mau rekomendasiin apa. Oh, ya.. Julian is my friends, He's from Malaysia and now live in Jakarta for working as a Creative in one of multinational agency. Kadang tuh dia suka gabut kan ya, terus sering nanya, "What's new for makan?".. Banyak, Jules.. saking banyaknya gue sampai nggak tau mau rekomendasiin apa. Singkatnya, karena sering keluar makan sama Julian, gue tiba-tiba random gitu bilang ke Julian that I wanna make a blog-food, sort of food journal or something gitu. Terus gue mikir, gue banyak maunya banget.. ini aja blog gak ke urus.. apalagi bikin blog-food yang tiap makan berarti gue mesti foto-foto-in dulu makanannya terus makannya ala-ala Pak Bondan.

Lagi, gue simpan niatan itu dan yaudah lah ya gue selipin aja di sini. Daripada ngurus ini itu gak jelas juntrungannya. Sama kayak mengelola perasaan sih, terlalu banyak pemusatan dalam perasaan itu membuat perasaan itu nantinya jenuh dan kelu bahkan tidak berasa keju :)

Nah.. ada yang seru lagi nih! Lantaran kan ceritanya gue belakangan gak sepi-sepi amat nih. Dalam artian, demand gue pas. Hehe pasti banyak yang bertanya juga maksudnya demand apa.. Ya,.... Demand perasaan lah ya, menurut ngana?!?

Terus, gue kepikiran lagi gitu buat bikin another theme for my blog, ala-ala love journal gitu. Ih.. menurut ngana aja?!? Emang gue siapa? Mario Teguh Golden Ways? On Clinic? Yang bisa merekap setiap perasaan dari semua orang-orang yang merasa ada yang salah dalam perasaannya. Perasaan gue sih nggak salah ya, emang agak salah aja sedikit. Tapi ya, as an Arian.. Yaudah lah ya..!!

Anti-klimaks nggak sih kalo misalnya blog ini gue sudahi sampai di sini, tanpa ada kata-kata mutiara yang dapat menginspirasi banyak orang. Well, no need sih ya.. Even its a story to tell, bukan berarti harus ada hikmah yang dipetik dari setiap perjalanan rangkaian huruf, kata serta kalimat yang menyusunnya menjadi bait-bait penuh makna.
Have a good day, everyone! :)

Thursday, April 19, 2012

Imajinasikan dan Ceritakan hal apa yang akan kamu lakukan jika terpilih dan jalan-jalan ke Halmahera Barat!


Imajinasikan dan Ceritakan hal apa yang akan kamu lakukan jika terpilih dan jalan-jalan ke Halmahera Barat!
Salah satu dari sekian banyak kelebihan yang dimiliki Indonesia adalah, gugusan pulau-pulau yang membentang dari semenanjung barat Pulau We sejauh 5.120 km ke arah timur hingga kepulauan Irian Jaya. Serta keunikan ragam dan budaya yang berada dalam barisan pulau-pulau sebanyak lebih dari 18ribu pulau. Dan kebanggaan besar untuk menjadi salah satu dari 200juta lebih orang yang menetap di Indonesia. Merupakan pekerjaan buat gue, sebagai warga asli Indonesia untuk tahu serta belajar ragam budaya serta etnik bahasa yang begitu banyak di Indonesia.

Indonesia memiliki banyak pulau-pulau dengan keindahan pantai bak surga duniawi. Dan, ketika berbicara tentang Indonesia Timur, pantai, laut, gulungan ombak, terumbu karang, ikan-ikan yang tidak pernah kita temui ada di sana. Gue berharap banget bisa pergi ke daerah timur seperti Maluku, Ambon, Halmahera, atau bahkan gugusan pulau-pulau di Kepulauan Raja Ampat untuk melihat secara langsung keindahan surga duniawi Indonesia.

Dan gue baru tau banget, ada Festival di laut yang cukup menarik perhatian. Well, mungkin banyak sih festival-festival di laut. Cuma yang kini menarik perhatian gue adalah Festival Teluk Jailolo, di Halmahera Barat. Kalo gue kepilih untuk berangkat ke Halmahera Barat dan ikutan Festival Teluk Jailolo yang pasti gue bakal senang banget sih, such an honour lah istilahnya. Gimana ngga, lo bisa ikut langsung menjadi salah satu bagian dari keriuhan Festival terbesar di Halmahera Barat.

Nah, kalo gue nanti jadi berangkat ke Halmahera Barat hal pertama yang bakal gue lakukan adalah pergi ke kawasan mangrove di Teluk Jailolo, antara Payo sampai Tuada. Gue belum pernah sih ekowisata ke daerah mangrove, that is why gue berkunjung ke mangrove di Teluk Jailolo. Gue penasaran juga dengan konsep ekowisata yang tidak terlepas dari penataan lingkungan pesisir, dan juga gue bisa melakukan penelitian disana. Melihat juga seberapa partisipasi masyarakat lokal dalam upaya konservasi dan pengelolaan lingkungan.

Setelah puas dengan ekowisata, yang ternyata juga sedang dipersiapkan konsepnya secara matang oleh beberapa stakeholders di Halmahera Barat. Gue bakal bergabung dengan Festival Teluk Jailolo 2012. Festival Teluk Jailolo yang pada tahun ini mengusung tema Kepulauan Rempah-rempah, akan menampilkan berbagai atraksi budaya serta sejuta pengetahuan baru tentang ragam budaya yang ada di Halmahera Barat. Gue bakal liat Cabaret on The Sea, The World’s First Phenomenal and Intriguing Cabaret on The Sea. Penampilan kabaret di atas laut yang fenomenal. Gue masih belum bisa membayangkan pertunjukan kabaret di atas laut. Selain itu juga, gue bakal ikutan Pesta Kuliner Tradisional dimana para penduduk lokal akan berkumpul di pinggir laut dan membakar ikan dengan berat total 10 ton. Well, I’ll join cause I’m not on diet. Makan bersama dengan penduduk lokal bakal jadi pengalaman yang terlupakan.
Setelah itu, gue juga bakal ikutan Fun Diving. Yap, hal yang paling gue tunggu-tunggu. I like sands, I like Beaches. I just can’t wait to see the beauty of the under the sea of Halmahera Barat. Hoping Islands,  bareng sama penduduk lokal dengan perahu nelayan yang nganterin gue ke spot-spot diving and snorkeling terbaik di Halmahera Barat. Eksotisme panorama bawah laut di sekeliling pulau tak berpenghuni serta melihat spesies ikan menari diantara aneka ragam jenis terumbu karang alami di laut yang bening.

Masih banyak pilihan lain yang bisa dilakukan di Halmahera Barat, dan yang gak bakal gue lewatkan adalah kuliner istimewa Halmahera Barat, Pisang Mulut Bebek dan Nasi Jaha. Dan gue pun gak sabar menunggu pengumuman kalo nyatanya gue bisa berangkat ke Halmahera Barat. Hmm..


Itinerary Halmahera Barat

-->

Itinerary Halmahera Barat
Ada beberapa cara untuk mencapai Halmahera Barat, kali ini perjalanan kita tempuh dengan udara yang akan melayani penerbangan  dari Jakarta ke Ternate. Perjalanan akan dimulai pada tanggal 14 Mei, yang bertepatan dengan pembukaan Festival Teluk Jailolo.
14 Mei 2012 (Jakarta-Ternate-Halmahera Barat) 01.35-07.00//08.00-09.00
Penerbangan malam dipilih karena selain tidak ada penerbangan langsung dari Jakarta ke Halmahera Barat. Pembukaan Festival Teluk Jailolo 2012 dijadwalkan hari ini pada siang hari. Jadi, kita masih punya waktu untuk menikmati sarapan pagi di Halmahera Barat. Perjalanan selanjutnya, ke ibukota Halmahera Barat yaitu Jailolo. Lalu bersiap untuk menyambut pembukaan Festival Teluk Jailolo 2012. Pada malam harinya, diadakan lomba seni budaya. Pada acara ini kita akan melihat secara langsung kreativitas seni dan budaya masyarakat Halmahera Barat.

15 Mei 2012 (Teluk Jailolo)
Setelah sarapan, kita bakal bersiap-siap untuk rangkaian acara Festival Teluk Jailolo 2012 yaitu Fun Diving. The most awaited banget. Soalnya Halmahera Barat memiliki kekayaan alam bawah laut yang begitu menakjubkan. Nantinya kita akan diving dan snorkeling di sekitar teluk Jailolo. Pasti bakal seru banget, lihat kekayaan alam yang dimiliki Halmahera Barat, termasuk biota alam di bawah lautnya.
Setelah lelah fun diving, makan siang di Restoran Dapur Halmahera Barat yang cukup terkenal di Jailolo. Menikmati sajian seafood khas Jailolo. Jailolo dikelilingi pegunungan merapi aktif dan birunya laut. Aktivitas selanjutnya adalah menikmati sunset dengan view yang berbeda dari biasanya. Yaitu menikmati sunset dibalik Gunung Hiri dan gunung-gunung di sebelahnya. Sunset dengan siluet barisan gunung-gunung merapi aktif, menjadikan pengalaman ini yang tak terlupakan.
16 Mei 2012 (Jailolo)
Festival Teluk Jailolo tidak berlangsung pada hari ini. Aktivitas pada hari ini akan dimulai dari kegiatan menyelam di Pulau Bua-bua dan Tanjung Hiu, lalu melihat rumah adat Sasado, bertemu dengan ketua adat Suku Sahu, serta menikmati bermacam-macam kuliner khas Halmahera Barat seperti pisang mulut bebek dan nasi jaha serta menikmati sunset di Kampung Suria.

17 Mei 2012 (Festival Teluk Jailolo)
Hari ini di Festival Teluk Jailolo 2012 akan berlangsung Pameran Rempah-Rempah. Segala hasil alam, bumi dan laut rakyat Jailolo akan dipamerkan disini. Selain itu pula, akan ada Upacara Bersih Laut. Upacara yang diadakan di Pantai Bobo, Jailolo akan melibatkan kesultanan Jailolo. Ini merupakan ritual adat setempat yang sangat sakral. Memberikan sesembahan kepada alam, khususnya laut demi berlangsungnya kelancaran acara. Dan yang paling ditunggu adalah Festival Ikan Bakar, dimana rakyat Jailolo akan ke pinggir pantai untuk membakar ikan sebanyak 10 ton. Ini baru namanya pesta makan besar.
18 Mei 2012 (Festival Teluk Jailolo)
Pada hari ini, kita akan menyusuri kebun rempah-rempah. Melihat secara langsung serta menikmati pengalaman menjadi petani rempah yang merupakan komoditas andalan di bumi Maluku dan penggerak utama perekonomian. Kita dapat pula mencicipi kunyahan bunga cengkeh kering yang pernah jadi cara untuk mengharumkan nafas, sebagai syarat mutlak untuk berbincang dengan kaisar di zaman Dinasti Tang di Cina. Selain itu, acara yang menarik pada hari ini pula adalah Pesta Kuliner Tradisional. Setelah sempat mengunjungi rumah adat sasadu, kali ini kita akan turut dalam acara Horom Sasadu. Berbagai makanan serta ritual adat di rumah adat lokal sasadu akan menambah pengalaman kita dalam festival besar ini. Bersama-sama warga sekitar, kita akan menjadi keluarga besar Jailolo untuk merasakan kearifan budayanya dan kelezatan cita rasa lokalnya.
19 Mei 2012 (Festival Teluk Jailolo)
Hari terakhir Festival Teluk Jailolo. Hari ini akan berlangsung Spice Parade, dan Cabaret On The Sea. Spice Parade atau Parade Rempah-rempah adalah rangkaian acara Spice Adventure di Festival Teluk Jailolo 2012. Pada acara Spice Parade atau Parade Rempah-rempah kita akan disuguhkan penampilan petani-petani dari seluruh wilayah Halmahera Barat lengkap dengan pakaian adat mereka berkumpul dalam sebuah parade besar yang memamerkan rempah-rempah hasil alam Halmahera Barat. Dan kita masih pula dapat menikmati kuliner khas dengan bahan dasar rempah yang pastinya khas akan cita rasa Halmahera Barat.
Sore harinya kita akan menyaksikan Cabaret on The Sea. Satu-satunya kabaret yang ditampilkan diatas panggung mengapung di atas laut. This is the world’s first phenomenal and intriguing cabaret on the sea. Kabaret di atas air ini akan menyuguhkan seni pertunjukan kontemporer yang memadukan unsur tarian tradisional, musik tradisional, drama dan koreografi dinamis yang berakarkan kebudayaan masyarakat Jailolo dan merupakan satu kesatuan dari acara Festival Teluk Jailolo. Dan pastinya akan menjadi sebuah pertunjukkan di atas laut yang spektakuler.

20 Mei 2012 (Jailolo-Halmahera Barat-Ternate-Jakarta)
Hari terakhir di Jailolo, Halmahera Barat. Sebelum kembali ke Jakarta, kita akan berburu souvenir atau cinderamata khas Halmahera Barat. Souvenir di Halmahera sangat terbatas. Perisai (salawako) dan pedang (kalewang) adalah bagian dari budaya yang menarik, meskipun hanya dibuat khusus untuk Tari Cakalele, Tarian perang dan pagelaran seni namun kita masih memiliki kesempatan untuk menemukan souvenir lainya di Tobelo di sebuah toko suvenir kecil di Hibualamo, Tobelo.
Setelah puas berburu cinderamata khas, kita melanjutkan perjalanan yang panjang untuk kembali ke Jakarta. Kita akan melintasi lautan ke Halmahera Barat untuk menuju Ternate dan selanjutnya kembali ke Jakarta dari Ternate.
Jailolo, Halmahera Barat telah memberikan banyak wawasan serta pengalaman berharga. Sampai jumpa di Festival Teluk Jailolo berikutnya.