Sunday, November 21, 2010

Bulan Ketiga

Its not my first time to share about my love-life. Ya.. ya.. ya.. Mungkin beberapa ada yang melirik secara sarcastic ketika gue tulis love-life. Am not 15 either 17 but am already 18, am not teenager. Feels like am mature enough for this case. Ya.. ya.. ya.. Mungkin beberapa lagi ada yang melirik secara sarkas, ketika gue tulis mature enough. okay then, am not a kid either teenager. But that's not my point.


Malam ini, tepat 3 bulan lebih 2 hari gue menjalani kehidupan dengan pasangan gue, dalam arti segala macam bentuk kehidupan yang kita jalani, kita saling berbagi. Tapi selama waktu tersebut, sudah banyak macam kegiatan serta aktifitas yang kita lalui bersama. Kita merasa, kita telah lebih dari 3 bulan 2 hari, seperti yang terjadi saat ini. Kali ini, hubungan gue terkesan berbeda, gue mencintai orang yang sangat menyayangi gue tapi ngga percaya gue sepenuhnya. Dari awal, gue bersusah payah untuk mendapatkan kepercayaan dari pasangan gue. Sampai akhirnya, kita sangat sering bertengkar karena hal kecil yang kita permasalahkan, mungkin bagi setiap orang ini terkesan sepele, tapi tidak untuk pasangan gue.

Do you remember this, Love?
                                                        Kamu inget kan sayang?

Yaudah, kalo ngga inget juga gapapa ko :)

Mungkin kalian semua bertanya-tanya, seperti apa hal-hal kecil yang gue anggep kecil tapi besar dampaknya buat pasangan gue. i.e gue ketiduran, bangun telat, ga denger pas pacar gue telepon hingga akhirnya dia curiga gue tidur dengan orang lain. (Tentu saja gue dikamar gue pribadi, dan dia mengetahuinya, semalam saat kita berbincang via teleponi).

Hal itu sering sekali terjadi, dan gue menganggap gue jujur apa adanya, tapi dengan kerasnya dia beranggapan gue bertahan dengan kebohongan gue serta skenario drama yang sedang gue lakoni.

Gue sayang banget sama pasangan gue, melebihi apapun. Gue meninggalkan prinsip gue dibelakang, dan serta gue meninggalkan kehidupan gue demi pacar gue. Well.. this is serious. Mungkin kalian menganggap ini semua berlebihan, tapi ngga buat gue, gue sayang sama pasangan gue dan sebisa mungkin gue membuat dia senang dan nyaman.

Tapi terkadang banyak hal yang masih terlihat kurang di mata pasangan gue. Oke ini salah kita berdua untuk tidak berkomitmen seperti apa cara yang akan kita jalani, berdua sebagai pasangan.

Gue, tipikal orang yang santai, tidak suka akan keributan atau pertengkaran. Gue hanya ingin, hubungan gue baik-baik saja, mulus tanpa masalah. 
I want someone, who doesn’t want to change me.

Pasangan gue, tipikal orang yang santai, tapi analitis terhadap segala sesuatu yang ditemuinya.

Kita memang berasal dari dua jenis kehidupan yang berbeda. Teman-teman gue banyak, gue sering pergi dengan mereka hanya untuk menghabiskan waktu bersama, bertukar cerita or anythin. We’d love to have fun.

Pasangan gue hanya mempunyai beberapa orang teman dekat, ya mungkin banyak teman-temannya. Intinya kita berbeda.

Gue tidak bermaksud mengeluh, karena selama gue dengan pasangan gue, gue hampir tidak pernah pergi bareng sama teman-teman gue. Karena gue sayang sama pasangan gue, jadi gue harus nemenin dia disaat dia butuh teman.

Gue ikhlas, berubah demi dia seperti yang dia inginkan. Tapi ternyata sulit, karena gue selalu gagal.

Hingga akhirnya, tanggal 20 kemarin tepat saat kita menjalani kehidupan bersama yang ketiga bulan, kita pisah. Dia memutuskan hubungannya dengan gue hanya karena merasa tidak cocok, dan merasa dibohongi selama ini sama gue.

Gue ngga tau kenapa dia bisa  berpikiran seperti itu. Semua alasan gue, dibilang drama. Dan pasangan gue memang penuh dengan rasa curiga, sehingga ketika gue menepis semua rasa curiga itu, dia menganggap gue sedang bersandiwara.

Demi Allah, Tuhan pencipta semesta alam. Gue sama sekali ngga berbuat curang dibelakang pasangan gue, atau berpikiran untuk berbohong supaya dapat merusak hubungan kita. Sama sekali tidak ada.

Gue terkadang bingung, gue jujur tapi pasangan gue meminta gue untuk jujur. Terkadang gue lelah untuk terus seperti ini, masalah ini terus berdampak buruk ke kehidupan gue yang lain.

I just want to tell YOU, and everyone who read this, 

“There’s no us if there’s no trust.”
"the world mean everything to me, and you are my world."

I want to take you for all that you are
I know our worlds seem far apart
I want to see you for all that you do
I want to thank you
          Morning Jackets-Thank  you too

No comments:

Post a Comment