Wednesday, May 4, 2011

#4 Soyjoy Healthylicious 2: Gizi dalam Kedelai II

Hello, Blogwalker!

Masih dalam topik yang sama nih, seputar manfaat kacang kedelai. Sebutir yang memiliki kemampuan segunung hihi. Sebelumnya kan belum selesai tuh pembahasan tentang pentingnya kandungan yang dimiliki oleh kedelai untuk tubuh kita. Gile, banyak banget deh pokoknya manfaatnya. Ini aja sampai gue buat 2 part loh, spesial untuk makanan yang spesial :)

Masih segar dong ya dalam ingatan kita, apa aja sih yang ada dalam kedelai itu?

Lupa? Are you an old or somethin? Hehe bercanda :)

Kedelai
Yuk, refresh our mind buat mengingat lagi apa yang dikandung dalam sebutir biji kacang kedelai itu. Jadi tuh ya, biji kacang kedelai itu mengandung 38% protein, 18% lemak nabati atau polyunsaturated fatty acid, 15% karbohidrat, 15% serat diet kacang kedelai, soy lecithin, vitamin, dan mineral. Juga ya, kacang kedelai itu mengandung phytonutrient atau nutrisi-nutrisi terbaik yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti isoflavones, phytoesterols, dan saponin.

Nah, tadi juga udah sempet kita singgung tentang kemampuan kedelai yang mampu mengurangi resiko osteoporosis, meningkatkan kekuatan pada tulang, membantu peredaran darah secara normal, membantu formasi sel protein dan membantu mengatur fungsi otot, mengontrol asam lemak (fatty acids) pada usus yang dapat mengurangi formasi sel kanker dengan tujuan mencegah terjadinya kanker usus.

Terus kali ini gue mau ngasih tahu nih, contoh makanan simple lagi yang karena berbahan dasar kedelai makanya makanan itu mewakili segala kebaikan kedelai di dalamnya.

Kali ini adalah tempe, kalian semua tahu tempe kan? Eh, maksud gue bukan tahu dan tempe hahaha tapi kalian semua pada kenal sama tempe kan? Ituloh, makanan khas dari Indonesia. Kalo Italia kan punya keju, nah kita punya tempe. Dan orang Italia kan ga bisa lepas dari keju, kita juga ga bisa lepas dari tempe hihihi walaupun masih ada yang ngeremehin tempe, mungkin abis ini kalian kejar-kejaran deh buat nyari makanan yang berbahan dasar kedelai ini.

Tempe
Komposisi gizi tempe baik kadar protein, lemak, dan karbohidratnya tidak banyak berubah dibandingkan dengan kedelai. Namun, karena adanya enzim pencernaan yang dihasilkan oleh kapang tempe, maka protein, lemak, dan karbohidrat pada tempe menjadi lebih mudah dicerna di dalam tubuh dibandingkan yang terdapat dalam kedelai. Oleh karena itu, tempe sangat baik untuk diberikan kepada segala kelompok umur (dari bayi hingga lansia), sehingga bisa disebut sebagai makanan semua umur.

Makanya tempe itu berpotensi untuk digunakan melawan radikal bebas, sehingga dapat menghambat proses penuaan dan mencegah terjadinya penyakit degeneratif (aterosklerosis, jantung koroner, diabetes melitus, kanker, dan lain-lain). Selain itu tempe juga mengandung zat antibakteri penyebab diare, penurun kolesterol darah, pencegah penyakit jantung, hipertensi, dan lain-lain. 

Nah, dalam tempe ada yang namanya asam lemak, cuma asam lemak yang ini adalah asam lemak tidak jenuh majemuk atau (polyunsaturated fatty acids, PUFA). Selama proses fermentasi tempe, terdapat tendensi adanya peningkatan derajat ketidakjenuhan terhadap lemak. Dengan demikian, asam lemak tidak jenuh majemuk (polyunsaturated fatty acids, PUFA) meningkat jumlahnya.
Dalam proses itu asam palmitat dan asam linoleat sedikit mengalami penurunan, sedangkan kenaikan terjadi pada asam oleat dan linolenat (asam linolenat tidak terdapat pada kedelai). Asam lemak tidak jenuh mempunyai efek penurunan terhadap kandungan kolesterol serum, sehingga dapat menetralkan efek negatif sterol di dalam tubuh.
Tempe juga mengandung vitamin lho teman-teman, jangan kira vitamin itu cuma dari susu dan buah segar aja. Makanan hasil fermentasi kedelai juga bervitamin. Dua kelompok vitamin terdapat pada tempe, yaitu larut air (vitamin B kompleks) dan larut lemak (vitamin ADE, dan K). Tempe merupakan sumber vitamin B yang sangat potensial. Jenis vitamin yang terkandung dalam tempe antara lain vitamin B1 (tiamin), B2 (riboflavin), asam pantotenat, asam nikotinat (niasin), vitamin B6 (piridoksin), dan B12 (sianokobalamin).
Vitamin dan Mineral dalam Kedelai
Vitamin B12 umumnya terdapat pada produk-produk hewani dan tidak dijumpai pada makanan nabati (sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian), namun tempe mengandung vitamin B12 sehingga tempe menjadi satu-satunya sumber vitamin yang potensial dari bahan pangan nabati. Gile, hebat ga tuh. Ini sempet jadi kontroversi lho waktu gue konferensi tentang bumi kemarin yang ada salah satu restoran vegetarian yang mengajak kita untuk menjadi seorang vegan atau pengkonsumsi sayur-sayuran karena pasalnya adalah produk hewani atau peternakan menyumbangkan emisi gas buang paling besar untuk perubahan iklim di bumi. Tapi gue ga bakal ngomongin soal itu disini hehe OOT gan, alias out of topic :p jadi kita omongin di lain kesempatan hihihi
Kenaikan kadar vitamin B12 paling mencolok pada pembuatan tempe; vitamin B12 aktivitasnya meningkat sampai 33 kali selama fermentasi dari kedelai, riboflavin naik sekitar 8-47 kali, piridoksin 4-14 kali, niasin 2-5 kali, biotin 2-3 kali, asam folat 4-5 kali, dan asam pantotenat 2 kali lipat. Vitamin ini tidak diproduksi oleh kapang tempe, tetapi oleh bakteri kontaminan seperti Klebsiella pneumoniae dan Citrobacter freundii.
Kadar vitamin B12 dalam tempe berkisar antara 1,5 sampai 6,3 mikrogram per 100 gram tempe kering. Jumlah ini telah dapat mencukupi kebutuhan vitamin B12 seseorang per hari. Dengan adanya vitamin B12 pada tempe, para vegetarian tidak perlu merasa khawatir akan kekurangan vitamin B12, sepanjang mereka melibatkan tempe dalam menu hariannya.
Dan yang ga kalah pentingnya ya, tempe juga mengandung antioksidan. Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isoflavon. Seperti halnya vitamin C, E, dan karotenoid, isoflavon juga merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikal bebas.

Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzeinglisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4-trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai. Antioksidan ini disintesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus luteus dan Coreyne bacterium.
Snack dengan kandungan Isoflavon dan Low GI
Penuaan (aging) dapat dihambat bila dalam makanan yang dikonsumsi sehari-hari mengandung antioksidan yang cukup. Karena tempe merupakan sumber antioksidan yang baik, konsumsinya dalam jumlah cukup secara teratur dapat mencegah terjadinya proses penuaan dini.
Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan fitoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat dan payudara.

Wow, gue aja nih ya sekarang masih amaze banget sama yang dikandung sama kedelai. Ga nyangke banget kan sis, mas bro sama apa yang dikandung kedelai? Parah, ini sesuatu yang harus diketahui khalayak nih hehe Makanya yuk, kita masukin makanan olahan kedelai ke dalam menu kita sehari-hari. :)

Sumber:
www.soyjoy.co.id
 http://id.wikipedia.org/wiki/Tempe
http://berkahlangkah.com/health-itu-kesehatan/tempe-makanan-murah-nikmat-dan-berkhasiat.php


No comments:

Post a Comment